Kiddonesia - Informasi Belanja Online dan Memilih Produk Anak & Keluarga Yang Tepat

Pendidikan Anak Indonesia Berbasis Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Berapa sih jumlah ideal wirausahawan atau pengusaha dalam suatu negara dibandingkan dengan jumlah peneuduknya? Tidak angka yang ideal memang dan itu sangat tergantung dengan kemajuan dari bangsa tersebut. Namun beberapa sumber menyebutkan dibuthhkan sekitar 2 persen dari jumlah penduduk suatu negara utuk menjadi pengusaha. Untuk Indonesia itu artinya dibutuhkan hampir 5 juta orang atau wirausaha dengan beragam profesi dan keahlian bisnis masing-masing. Saat ini data di Kementerian Tenaga Kerja baru sekitar 2.4 juta wirausaha. Andakah atau anak andakah yang akan menajadi wirasusaha berikutnya? Tentu tidak mudah mencetak wirausaha, cara pertama adalah melalui pendidikan bagaimana menyiaokan anak Indonesia untuk memiliki basis kewirausahaan yang baik.

Namun sekali lagi, kurukulum pendidikan Indonesia tidak sinkron dengan tujuan mulia itu. Umumnya pendidikan kita menekankan para lulusannya untuk menjadi butuh, pekerja, atau karyawan. Sistim pendidikan kita mencetak lulusan-lulusan "pencari kerja" dan bukannya "pencetak pekerjaan". Jujur saja selama kita bersekolah kita tidak dilatih untuk bagaimana melakukan inovasi, berpikir di luar kotak, mengambil resiko, berani mengambil keputusan, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Bahkan ketika anak kita belajar berjualan, banyak urang tua yang melarangnya dan menganggap itu sebagai perkerjaan seorang salesman. Dan pekerjaan seorang salesman dianggap oleh banyak orang sebagai pekerjaan tidak menjanjikan dan tidak bergengsi. Kita tidak dididik untuk menciptakan nilai tambah terhadap sesuatu. Dan itu berlangsung beberapa dekade dari generasi ke generasi sementara bangsa lain justru sedang berpacu di jalur cepat bagaimana menjadikan dirinya unggul dalam menciptakan nilai tambah. Inilah bentuk kepemimpinan bangsa yang harus diperbaiki secepatnya atau kita akan semakin tertinggal jauh di belakang bangsa-bangsa lain. Jangan salahkan mereka bila produk mereka membajiri pasar Indonesia, dan produk kita tidak dapat bersaing. Itu potret nyata bahwa ada yang salah dengan cara kita mendidik anak-anak kita sehingga generasi sekarang dan yang akan datang pun bisa ditebak memiliki kualitas yang tidak berbeda dilihat dari daya saing. 

Mendidik Kewirausahaan Anak dari Rumah

Jadi untuk mencetak wirausaha handal sekitar satu juta lebih tentu bukan perkara mudah. Sama haknya dengan kepemimpinan, kewirausahaan adalah bentuk kepemimpinan yang yang lain dan itu tidak bisa dicapai dalam semalam atau melalui target-target yang ditulis oleh birokrat supaya mereka terlihat berkerja. Kita harus melakukan terobosan yang berbeda, berani merombak kurikulum, memnenahi sistim pendidikan, akses permodalan yang dipermudah, insentive pajak untuk wirausahawan baru, dukungan promosi dari Pemerintah,  kerjasama yang kebih intens dengan dunia usaha dalam hal magang, melibatkan orangtua supaya lebih aktif dalam mengkampanyekan kewirausahaan dimulai dari rumah, dan aksi nyata lainnya yang belum pernah dilakukan sebelumnya.


 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anti Spam is active for your trustworthy.